Kegiatan HIMAKOVA

Kegiatan HIMAKOVA lainnya dapat dilihat pada website :

 http://himakova.lk.ipb.ac.id/ or http://himakovaipb.blogspot.com/

Ekspedisi Surili Himakova IPB Pecahkan Rekor Muri

Selasa (22/12/2015). Perwakilan mahasiswa Himpunan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA) yakni Bangkit Maulana dan Rizka Sya’bana Azmi diundang oleh pihak Musium Rekor Indonesia (MURI) untuk menerima penghargaan Institut Prestasi Nusantara atas rekor Studi Konservasi Lingkungan oleh Mahasiswa Secara Berkelanjutan Terlama.

Studi Konservasi Lingkungan (SURILI) merupakan salah satu program kerja unggulan Himakova IPB berupa ekspedisi bertema lingkungan yang berfokus pada eksplorasi keanekaragaman hayati dan sosial budaya masyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan ekspedisi terbesar di Indonesia yang dilakukan oleh mahasiswa dengan peserta mencapai 80 orang. Surili rutin dilakukan setiap tahunnya sejak tahun 2003 di seluruh kawasan konservasi di Indonesia, yang mana pengambilan data dilakukan selama 3-4 minggu di lapang. Melalui kegiatan ini, tim Surili Himakova konsisten menyapa Indonesia lebih dekat, merekam setiap jengkal keindahan alam dan kekayaan budaya tanah air. Tercatat sebanyak 13 taman nasional di Indonesia telah dilakukan kajian flora, fauna, ekowisata, serta sosial budaya dan berhasil didokumentasikan dengan apik melalui tulisan, laporan ilmiah, laporan semi popular, film dan seminar nasional. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Konservasi Sumberdaya Alam, Balai Taman Nasional, lembaga kemahasiswaan IPB, Perguruan tinggi non-IPB, serta berbagai lembaga swadaya masyarakat, media partner dan perusahaan.

Pengajuan rekor ini awalnya ialah inisiasi dari panitia Family Day 30th Himakova sebagai refleksi 30 tahun perjalanan Himakova berkarya dan berbakti untuk negeri, salah satunya melalui kegiatan ekspedisi Surili. “Penghargaan ini bukan sekedar penghargaan untuk eksistensi organisasi, namun juga sebagai pembuktian diri dan wujud kerja keras seluruh anggota Himakova selama ini” ujar Bang Yasser selaku mantan Ketua Himakova. Penghargaan Muri secara simbolis diserahkan oleh perwakilan Ketua Surili kepada perwakilan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata yakni, Bapak Ir. Haryanto MS pada saat kegiatan Family Day 30th Himakova (26/12/2015) di Villa Cibogo, Puncak, Bogor. “Semoga ini menjadi cambuk Himakova untuk terus berfikir akan berbuat apa setelah ini” demikian komentar sekaligus tantangan beliau kepada Himakova. (Rizka Sya’bana Azmi).

IMG-20151228-WA0004 969531_835758759878105_2665889772332295524_n  994739_10207981994498362_4075752472996590141_n5673_835758649878116_4864117497735884920_n

Seminar Nasional Hasil Ekspedisi HIMAKOVA 2015

Sabtu, 21 November 2015. Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata  (HIMAKOVA), Departemen Konservasi sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE) Fakultas Kehutanan IPB kembali mengadakan Seminar Nasional Hasil Ekspedisi Surili dan Rafflesia 2015.  Dalam acara seminar tersebut juga ditampilkan kegiatan ekspo foto hasil kegiatan Rafflesia dan Surili serta ekpedisi Eksast yang dilaksanakan oleh tim KPG Hira Himakova.

Concern to conserv” merupakan jargon yang menyuarakan aksi untuk melakukan konservasi biodiversitas di tanah air tersebut menjadi simbol semangat para peserta seminar Nasional Hasil Ekspedisi Himakova 2015 yang bertemakan “Membangun Kepercayaan Diri Bangsa melalui Eksplorasi Kekayaan Alam Negeri”.

Kegiatan seminar nasional himakova ini dimulai dengan tarian reog porogo yang ditampilkan oleh ikatan mahsiswa jawa timur (IMAJATIM) dan acara tersebut dibuka secara resmi oleh Pembina Himakova Dr Abdul Haris Mustari. Pada sesi pertama dilakukan pemaparan hasil ekspedisi Rafflesia oleh ketua eskpedisi Rafflesia Ahmad Fajar Pasaribu melalui tema yang diangkat dalam diskusi “Ekowisata : Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati dan Landskap Suaka Margasatwa Cikepuh melalui Wisata yang Bertanggung Jawab terhadap Kelestarian Alam”. Pada sesi  pertama ini, selain pemaparan hasil ekspedisi dilakukan juga talkshow, diskusi, serta beberapa pemaparan dari pemateri yang dipimpin oleh moderator Dr Siti Badriyah Rushayati. Materi pada sesi pertama tentang bentang alam dan potensi serta analisis kajian wisata yang disampaikan oleh Guru Besar DKSHE IPB Prof E.K.S. Harini Muntasib, kemudian analisis biodiversitas, kajaian kelembagaan, dan status kawasan disampaikan oleh tim perwakilan dari BBKSDA Jawa Barat.

Sebelum memasuki diskusi dan seminar sesi kedua, ketua pelaksana kegiatan EKSPEDISI KAWASAN KARST (EKSAST) 2015 Dian Widi Hasta  menyampaikan hasil ekspedisi yang bertemakan “Kajian Pengelolaan Kawasan Ekokarst, Situs Warisan Dunia, dan Klasifikasi Gua di Masungi Ecopark Rock Formation dan Puerto Princesa Underground River, Filipina”. Dian menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan kawasan karst yang dilakukan di luar negeri sebagai tolak ukur untuk melakukan pengelolaan kawasan karst yang berada di dalam negeri. selain itu, pada sesi ini juga disampaikan materi tentang IPB Biodiversity Informatics (IPBIOTICS) yang disampaikan oleh Prof Ervizal Amzu, namun dikarenakan kendala koneksi internet, visualisasi website IPBiotics tidak dapat ditampilkan pada kegiatan seminar tersebut. Sesi ini ditutup dengan poenampilan band Akar Rumput yang menampilkan lagu-lagu yang mengajak para peserta seminar untuk terus melakukan aksi konservasi seperti menanam pohon dan melestarikan lingkungan.

Sesi kedua seminar dan diskusi SEMNAS Himakova 2015 dimoderatori oleh Arya Arismaya, S Hut dengan tema seminar “Pesona Alam dan Sosial Budaya Masyarakat di Taman Nasional Gunung Tambora sebagai Modal bagi Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Untuk menghidupkan suasana diskusi, ketua pelaksana kegiatan ekspedisi Surili Dwiyan Amanda Putra yang juga selaku pemateri hasil pada seminar sesi ini menceritakan pengalaman saat melakukan kegiatan ekspedisi di Gunung Tambora. Sesuai dengan tema yang diangkat pada sesi ini, pembicara yang dihadirkan merupakan ahli ekonomi lingkungan Nuva, SP, M.Sc yang membahas dari kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA. Selain itu dari bidang kelembagaan dihadirkan pembicara dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kepala BKSDA NTB Dr Widada.  Diskusi ini menekankan bahwa keberadaan keanekaragaman hayati dan masyarakat lokal di Indonesia merupakan modal utama yang harus diperkuat untuk menghadapi pasar bebas ASEAN yang akan kita kenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean yang ditenggarai akan dimulai pada 31 Desember 2015 mendatang. Sesi ini ditutup dengan pemberian cinderamata kepada moderator, pemateri dan pembicara.

Kegiatan semnas HIMAKOVA 2015 ditutup dengan penampilan tarian khas dari daerah Bima, Nusa Tenggara Barat sebagai ciri khas dari kegiatan ekspedisi surili yang dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Tambora yang terletak di Daerah Bima dan Dompu (M. Adlan Ali).

DSCN5565 DSCN5571 IMG_6475 DSCN5590 DSCN5580 DSCN5601 DSCN5612 DSCN5553

Family Day Sekretariat Himakova 2015

Bogor, 20 September 2015. Telah diselenggarakan acara Family Day ke-3 dan juga merupakan Famday terakhir di tahun 2015. Acara ini merupakan proker dari biro kesekretariatan. Acara tersebut diketuai oleh Deni KSHE 49 dan merupakan agenda wajib yang harus dihadiri oleh seluruh anggota Himakova.

Berdasarkan absen kehadiran telah hadir 40 orang dari jumlah anggota sebesar 210 orang (109 orang dari angkatan 49 dan 101 dari angkatan 50).Kegiatan Famday ini dilaksanakan di sekretariat HIMAKOVA (Tangkaran). Acara tersebut dimulai sekitar pukul 7.30 WIB, dengan agenda utama membersihkan sekretariat yang terdiri dari ruangan, halaman tangkaran, toilet, meja internet, saung, perbaikan pintu gudang bagian dalam serta pembenahan sarana prasarana yang terdapat di sekretariat HIMAKOVA dan juga membersihkan tenda-tenda yang terdapat di gudang luar tangkaran. Setelah melakukan kegiatan membersihkan sekertariat dilanjutkan acara makan bersama sekaligus menjalin kebersamaan dari seluruh anggota HIMAKOVA.

Acara Famday ini selesai sekitar pukul 16.00 dan dengan adanya acara ini, sehingga dapat menciptakan suasana sekretariat yang bersih dan nyaman serta menumbuhkan sikap gotong royong dan kebersamaan sesama pengurus HIMAKOVA.(http://himakovaipb.blogspot.co.id)

IMG_20151209_141056 IMG_20151209_141121 IMG_20151209_141257

IMG_20151209_141143IMG_20151209_141147IMG_20151209_141115

IMG_20151209_141125

Pelepasan Tim EKSAST (Ekspedisi Kawasan Karst) KPG “HIRA” HIMAKOVA ke Masungi Ecokarst dan Taman Nasional  Puerto Princessa, Filipina

Bogor 23 Agustus 2015 – Pada hari Jumat tepatnya tanggal 21 Agustus 2015, telah dilaksanakan kegiatan “Pelepasan Kegiatan EKSAST 2015”, di Ruang Komodo, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE) Fakultas Kehutanan IPB. EKSAST 2015 merupakan kegiatan perdana Kelompok Pemerhati Gua (KPG) “Hira” dari Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan & Ekowisata (HIMAKOVA) yang dilakukan di luar Indonesia yaitu di Filipina, tepatnya di Masungi Rock Formation, Puerto Princessa Underground River, serta University of Los Banos (UPLB) Filipina yang dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus – 2 September 2015. Kegiatan ini secara langsung diresmikan dan dilepas oleh Dekan Fakultas Kehutanan IPB, Dr. Ir. Rinekso Soekmadi, M.Sc.F., dan dihadiri oleh Pembina umum HIMAKOVA, Dr. Ir. Haris Mustari M.Sc.F dan pembina KPG Dr. Ir. Arzyana Sunkar, M.Sc. Kegiatan ini diketuai oleh Dian Widy Hasta, diikuti oleh 16 orang anggota KPG-Himakova, 10 mahasiswa angkatan 49 dan 6 mahasiswa angkatan 50, dengan komposisi 10 orang perempuan dan 6 orang laki laki.

Kegiatan EKSAST 2015 ini disponsori oleh Perhutani dan AVTECH dan didukung penuh oleh IPB, Fakultas Kehutanan dan DKSHE, serta pemerintah negara Filipina, khususnya Pemerintah Daerah Tanay di Provinsi Rizal, Tanay Tourism, pengelola Taman Nasional Puerto Princessa di Palawan, serta UPLB di Los Banos. Kegiatan EKSAST 2015 merupakan program mobilitas internasional pertama bagi mahasiswa DKSHE dan bertujuan untuk meningkatkan peran mahasiswa dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta mendukung program akreditasi internasional DKSHE. Dari sisi pendidikan dan penelitian, kegiatan ini bertujuan untuk: (1) Mempelajari pengelolaan kawasan eko-karst di Masungi Ecopark Rock Formation; (2) Mempelajari pengelolaan kawasan konservasi berbasis karst, sebagai Situs Warisan Dunia di Taman Nasional Puerto Princessa Underground River; dan (3) Mempelajari implementasi pedoman klasifikasi gua wisata di Filipina.

Mengingat kegiatan ini juga bekerjasama dengan pemerintah daerah Tanay, maka dari sisi pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini bertujuan untuk : (1) Membuat peta interpretasi kawasan eko-karst Masungi Ecopark Rock Formation; (2) Membantu program ekowisata di Masungi Ecopark Rock Formation; (3) Membuat program pemanduan wisata di Masungi Ecopark Rock Formation. Kegiatan ini akan diakhiri dengan melakukan kunjungan ke UPLB untuk melakukan sharing dengan mahasiswa kehutanan UPLB dan diskusi mengenai inisiatif program-program konservasi keanekaragaman hayati di ASEAN dengan GIZ. (Arzyana Sunkar dan Dian Widy Hasta).

Eksas-2

(a)

Eksas-3

(b)

Gambar 1. Pelepasan Tim EKSAST 2015 KPG-HIMKOVA oleh Dekan Fakultas Kehutanan IPB di (a) Ruang Komodo, DKSHE dan (b) Arboretum Fakultas Kehutanan IPB.

Ekspedisi Saintifik: Mengungkap Flora Endemik Zeuxine tjiampeana

Bogor, 12 April 2014. Tim Mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE) Fakultas Kehutanan IPB yang tergabung dalam Kelompok Pemerhati Flora (KPF) Rafflesia HIMAKOVA mengadakan ekspedisi saintifik untuk mengungkap anggrek Ciampea (Zeuxine tjiampeana). Spesies anggrek Z. tjiampeana merupakan flora endemik yang hanya tumbuh di tanah berkapur Bukit Karst Ciampea, Bogor. Keberadaan populasi anggrek tersebut di Bukit Karst Ciampea sekarang ini tidak diketahui, bahkan diduga sudah punah akibat adanya gangguan terhadap habitatnya berupa penambangan kapur.

Kondisi vegetasi Bukit Karst Ciampea secara umum berupa semak belukar dan vegetasi sekunder. Di samping itu, banyak ditemukan spesies tumbuhan yang tergolong asing invasif atau invasive alien spesies (IAS), antara lain: saliara (Lantana camara), pecut kuda (Stachytarpeta sp.), harendong bulu (Clidemia hirta), kirinyuh (Austroeupatorium inulifolium), dan alang-alang (Imperata cylindrica).

Tim ekspedisi terdiri dari Juli Noor Farida, Muhamad Fadhil, Riszki Ishardianto, Armin Agung Mubarok, Siti Nariah, Nurkhotimah, Sandi Sopiandi, Surati, Nurjanah, dan Hany Zuyyina Lutfah, dengan dosen pendamping Dr. Agus Hikmat. Selama satu hari ekspedisi, Tim belum menemukan spesies flora endemik Z, tjiampeana tersebut. Oleh karena itu kegiatan ekspedisi ini perlu terus dilakukan secara periodik dengan jalur ekspedisi yang berbeda dan atau cakupan lokasi yang lebih luas lagi, hingga keberadaan Z tjiampeana dapat ditemukan (Agus Hikmat).

Saintifik-2 Saintifik-3 Saintifik-4 Saintifik-5 Saintifik-6 Saintifik-7