Tentang Kami

Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism (DFRCE) merupakan satu dari empat departemen yang ada di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengemban tugas menyelenggarakan pendidikan jenjang sarjana (S1) dan pascasarjana (S2 dan S3), penelitian dan pengabdian masyarakat dalam IPTEKS dan sumberdaya manusia bidang konservasi sumberdaya hutan dan lingkungan tropika, termasuk ekowisata.

DFRCE sebelumnya bernama Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB, berdiri sejak tahun 1982 berdasarkan Surat Keputusan Rektor IPB No. 103/1982 tanggal 12 November 1982 dan diperkuat Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi No. 137/Dikti/Kep/1984 tertanggal 22 Nopember 1984.  Sejak 23 Agustus 1998, Jurusan atau Program Studi Konservasi Sumberdaya Hutan mendapatkan akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Nomor: 00503/Ak-1.1/IPBKKH/VIII/1998 dengan peringkat Akreditasi A (sangat baik) dan diperbaharui berdasarkan Keputusan BAN PT Departemen Pendidikan nasional Nomor: 019/BAN-PT/Ak-X/S1/XII/2006 dengan peringkat A (sangat baik).
Pendirian Jurusan diawali dengan lokakarya yang diprakarsai antara lain oleh Ir. Hadi S. Alikodra MS, Ir. Sumarjono Soedargo dan Ir. Jojo Ontario pada tahun 1981 sebagai respon atas Konvensi PBB tentang World Conservation Strategy tahun 1979 yang didukung pemerintah Republik Indonesia.  DFRCE merupakan lembaga pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang diberi mandat oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui IPB untuk menjawab tantangan bidang IPTEKS dan SDM unggul untuk mengelola sumberdaya alam hayati dan lingkungan secara berkelanjutan.  Pada perkembangannya, kurikulum DFRCE ini diadopsi menjadi kurikulum nasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1994.

Dengan adanya perubahan status IPB BHMN Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan berubah menjadi Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE). Sedangkan untuk Program Pasca Sarjana, DKSHE mengampu tiga program mayor, yaitu Program Konservasi Biodiversitas Tropika (KVT) S2 dan S3, Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan (MEJL) ,  S2 dan S3, dan Program Magister Profesi Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH).

Sesuai mandat DFRCE, bidang kelimuan yang dikembangkan meliputi : Ekologi dan Manajemen Satwaliar, KOnservasi Keanekaragaman Tumbuhan, Manajemen Kawasan Konservasi, Rekreasi Alam dan Ekowisata, serta Hutan Kota dan Jasa Lingkungan.

Dewasa ini tantangan dan tekanan terhadap sumberdaya hutan dan keberadaan kawasan konservasi juga semakin besar akibat meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya hutan.  Tantangan ini dirumuskan ke dalam kompetensi utama DKSHE yang dituangkan ke dalam kurikulum DKSHE dengan tetap berprinsip pada tiga pilar utama strategi konservasi, yaitu:

  1. Perlindungan terhadap proses-proses ekologi dan sistem penunjang kehidupan,
  2. Pengawetan keanekaragaman hayati (genetik, spesies dan ekosistem)
  3. Pemanfaatan keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya secara berkelanjutan.

Kenyataan tersebut telah menempatkan DKSHE sebagai lembaga pendidikan tinggi masa depan pada posisi strategis dalam kaitannya dengan rehabilitasi dan restorasi sumberdaya hutan tropika yang unik dan kaya akan ragam hayati.

Pin It on Pinterest