Ekologi Satwa Liar

A. Sejarah Laboratorium

Sejarah pendirian lab satwa liar ekologi tidak terlepas dari sejarah Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Kehutanan IPB Fakul tas. Ju-Rusan Konservasi Sumberdaya Fakultas Kehutanan secara resmi didirikan pada tanggal 14 November 1982, sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 103 Rektor IPB 1982. Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 048/DJ/Kep/1982 tanggal 4 Oktober 1982 Program Pendidikan Tinggi dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nomor Keputusan 137/DIKTI/Kep/1984 tanggal 22 November 1984 tentang jenis dan jumlah program studi di setiap Departemen Institut Lingkungan di Fakultas Pertanian Bogor Hutan Konservasi Sumber Daya Departemen hanya memiliki satu program studi, Hutan Konservasi Sumber Daya.

Pada awal berdirinya, Departemen KSH hanya memiliki satu laboratorium yang satwa liar Laboratorium Ekologi. Oleh karena itu, laboratorium ini adalah laboratorium tertua di Departemen KSH. Dalam perkembangan lebih lanjut dari Departemen KSH, membentuk laboratorium beberapa / studio, yaitu: Lab. Analisis Lingkungan Laboratorium. Captive satwa liar, Konservasi Studio, Jalur Rekreasi Studio, dan Lab. Indonesia Tanaman Tropical Medicine. Kehadiran Lab. Ekologi satwa liar diarahkan untuk menerapkan dan mengembangkan Universitas Tri Dharma di bidang ekologi satwa liar, terutama dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati (biodiversity) nasional.

B. Visi, Misi dan Strategi Lab. Ekologi Satwa Liar

Visi Laboratorium ekologi satwa liar tidak terlepas dari visi yang dilakukan oleh Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan, yang membuat Lab Ekologi satwa liar sebagai lembaga pusat ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta sumber daya manusia lainnya di bidang satwa liar ekologi dan konservasi lingkungan hidup dalam rangka mencapai keanekaragaman hayati (biodiversity) di Indonesia.

Ekologi Laboratorium misi satwa liar Fakultas KSH Departemen Kehutanan adalah sebagai berikut:

Pembangunan dan pendidikan di bidang ekologi satwa liar dalam konteks konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungan

Pelaksanaan penelitian yang berorientasi ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi dan pemecahan masalah di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungannya, terutama ekologi satwa liar

Pelaksanaan advokasi dan pendidikan dalam rangka memberdayakan masyarakat dan pe-ranserta pembangunan kapasitas kelembagaan yang terkait dengan konservasi keanekaragaman hayati (biodiversity), baik melalui kegiatan pelatihan, magang dan sebagai fasilitator dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang satwa liar ekologi

Berdasarkan visi dan misi dari Laboratorium sebagaimana disebutkan di atas, tujuan yang akan dicapai adalah sebagai berikut:

  • Menghasilkan kurikulum dan satwa liar Program ekologi pendidikan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman
  • Menghasilkan tenaga teknis dan lulus dengan S1 hingga S3 yang berkualitas tinggi, latar belakang bidang ekologi satwa liar
  • Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ekologi satwa liar yang mendukung keanekaragaman hayati dan lingkungan dalam pemanfaatan berkelanjutan sumber daya satwa liar
  • Terjalin dan jaringan terbinanya kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengelolaan dan pemanfaatan satwa liar dan lingkungan mereka secara berkelanjutan
  • Terkonservasinya keragaman hayati (biodiversity) Indonesia Nasional

Strategi yang diadopsi oleh Lab. Wildlife ekologi untuk mencapai target yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

  • Memperkuat dan memberdayakan organisasi Ekologi Laboratorium satwa liar
  • Kerjasama dalam pelayanan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan berbagai pihak, baik dalam lingkup Institut Pertanian Bogor dan IPB luar
  • Mengembangkan jaringan kerjasama dengan berbagai instansi terkait dengan konservasi keanekaragaman hayati (biodiversity), baik di tingkat nasional, regional dan internasional. Beberapa lembaga / institusi adalah: Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, Departemen Kehutanan dan Perkebunan, LIPI, Bakosurtanal, Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah (Prop / Kab / Kota.), Walhi, TSI, CIFOR, BIOTROP, Rhino Partners, SRS (Sumatera Rhino Sanctuary), WWF, IUCN, IC, AWB, Kehati, UNDP, ADB, UNESCO (MAB), ITTO dan UNFPE.
  • Memanfaatkan potensi siswa di semua tingkat pendidikan mulai dari Diploma ke S3 untuk mengumpulkan data yang terkait dengan ekologi satwa liar
  • Mengembangkan sistem informasi keanekaragaman hayati dan lingkungan serta kerjasama yang saling menguntungkan dalam kerangka nasional konservasi keanekaragaman hayati Indonesia

C. Tujuan Lab. Wildlife ekologi

Lab tujuan. Ekologi satwa liar adalah untuk mendukung dan memperkuat pencapaian Departemen KSH. Secara khusus tujuan adalah sebagai berikut:

  • Pengembangan Ekologi satwa liar Laboratorium sebagai unsur pendukung pelaksanaan Tri Dharma Universitas sesuai dengan perkembangan dan kemajuan dari tuntutan waktu
  • Pembentukan kurikulum pendidikan yang solid dan ketersediaan infrastruktur yang memadai di Lab. Wildlife ekologi, termasuk peralatan, sumber daya manusia, dan buku pegangan atau diktat
  • Menghasilkan sumber daya manusia lulusan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan tangguh dan profesional di bidang ekologi satwa liar, yang mencakup aspek perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan dari satwa liar, responsif terhadap perkembangan dan tuntutan zaman dan mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan satwa liar ekologi dalam rangka untuk melestarikan keanekaragaman hayati (biodiversity) dan lingkungan mereka.
  • Profesional kolaboratif jaringan untuk melestarikan keanekaragaman hayati (biodiversity) Indonesia Nasional

D. Ruang Lingkup Kegiatan

Indonesia tropis hutan dikenal sebagai salah satu sumber daya alam dengan keanekaragaman hayati yang tinggi (mega keanekaragaman hayati). Hutan merupakan sumber daya alam terbarukan, yang sangat berharga bagi lingkungan dan sistem alami untuk mendukung nilai ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Kegiatan manusia selalu menyebabkan perubahan dalam lingkungan hutan, dan akhir-akhir peningkatan yang signifikan dalam intensitas dan skala pemanfaatan hutan. Akibatnya, eksploitasi merusak hutan yang menyebabkan hilangnya fungsi dari masalah ekonomi, sosial dan lingkungan.

Satwa liar  sebagai salah satu komponen dari ekosistem hutan juga terdegradasi baik dari segi kuantitas dan kualitas dengan perubahan iklim global, polusi, kebakaran hutan, konversi hutan, dan pemanfaatan lahan hutan perhatian kemampuan. Degradasi pada satwa liar dan lingkungan kemudian dapat menyebabkan kepunahan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, ruang lingkup Ekologi satwa liar pendidikan Laboratorium penutup yang mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, terampil dan profesional, dan sadar akan manfaat lingkungan bagi sekarang dan masa depan, khususnya dalam hal ekologi satwa liar, jenis satwa liar penelitian aplikasi ekologi, dan diseminasi hasil penelitian di bidang ekologi satwa liar, serta kerjasama tingkat nasional, regional dan internasional untuk melestarikan keanekaragaman hayati (biodiversity) di Indonesia.

Memberikan pendidikan dan penelitian dalam rangka menciptakan lulusan sebagai sumber daya manusia yang berkualitas, terampil dan profesional dilakukan dalam bentuk kegiatan akademik, baik di dalam kelas maupun di luar bidang kelas /. Kegiatan di kelas terdiri dari kuliah dan praktikum di laboratorium, sedangkan kegiatan di luar bidang kelas / akademik adalah implementasi diadakan di seperti terbuka sebagai Taman Nasional, Cagar Alam, Hutan Holidays, Taman Buru dan kawasan konservasi lainnya.

Non-akademik kegiatan yang diselenggarakan untuk mendukung keberhasilan akademis dari kegiatan yang dilakukan dalam bentuk kerja sama. Kerjasama yang dikembangkan oleh Lab. Ekologi satwa liar adalah kemitraan yang saling menguntungkan, yang dilakukan organisasi kelembagaan pemerintah, swasta dan non-pemerintah yang terkait dengan konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia. Kerjasama ini dilakukan terutama dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ekologi satwa liar.

E. Struktur Organisasi dan Personil

Untuk mendukung pengembangan dan kemajuan dari Lab. Subyek ekologi satwa liar KSH dalam mengantisipasi perubahan zaman dan tuntutan masyarakat di masa depan, yang akan membutuhkan struktur organisasi yang kuat dan profesional. Lab struktur organisasi. Ekologi satwa liar terdiri dari Kepala Laboratorium, Sekretaris Lab, Kepala Divisi, Teknisi dan Narasumber dan Relawan.. Laboratorium dipimpin oleh seorang dosen senior dengan keahlian di lapangan. Organisasi, Lab struktur organisasi. Ekologi satwa liar disajikan pada Gambar 1.

Kepala Lab. bertanggungjawan untuk mengelola semua kegiatan laboratorium untuk selalu mempertimbangkan masuknya adalah dari Program Kepemimpinan, Kepemimpinan dan Fakultas Speaker bersangkutan. Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Lab. bertanggung jawab kepada Kepala Departemen Fakultas KSH Kehutanan. Untuk melaksanakan tugas sehari-hari, Lab Ketua. dibantu oleh Sekretaris-Lab. Kepala Sekretariat dan Kepala Divisi. Sekretaris Lab. bertanggung jawab atas koordinasi dalam menangani tugas-tugas kesekretariatan yang meliputi penggunaan fasilitas pendukung pendidikan seperti ruang, bahan bacaan, dan peralatan, analisis data, sumber informasi (manajemen database), serta layanan kepada klien (layanan klien). Kepala Divisi bertanggung jawab kepada Kepala Laboratorium dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di lapangan.

 

Kepala: Dr. Ir. Aryati Yeni Mulyani, M.Sc

Anggota:

Prof. Dr. Ir. H. Hadi S. Alikodra, MS

Prof. Dr. Ir. Hj. Ani Mardiastuti, M.Sc

Prof. Dr. Ir. H. Yanto Santosa, DEA

Dr. Ir. H. Nyoto Santoso, MS

Dr. Ir. Jarwadi Budi Hernowo, M.Sc.F

Dr. Ir. Agus Priyono Kartono, M.Si

Dr. Ir. H. Abdul Haris Mustari, M.Sc.F

Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si

Ir. Dones Rinaldi, M.Sc.F

Dede Aulia Rahman, S.Hut, M.Si