Saresehan HUT Departemen KSHE ke-35

Bogor, 22 November 2017. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata adalah salah satu program studi di Fakultas Kehutanan IPB genap berusia  ke 35 tahun mengabdi pada dunia pendidikan khususnya program pendidikan dibidang konservasi sumberdaya alam hayati, ekosistem hutan dan ekowisata pada perguruan tinggi Institut Pertanian Bogor yang ditetapkan sesuai dengan penetapan pendirian program studi oleh pemerintah melalui surat keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 048/DJ/Kep/1982 tanggal 4 Oktober 1982 tentang Program Studi pada Perguruan Tinggi serta Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 137/DIKTI/Kep/1984 tanggal 22 November 1984 tentang Jenis dan Jumlah Program Studi di Setiap Program Studi pada Fakultas di Lingkungan Institut Pertanian Bogor. Sejalan dengan perkembangannya, pada tahun 1994 kurikulum PS KSH diadopsi menjadi kurikulum nasional di bidang konservasi sumberdaya alam hayati oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai kekuatan bagi PS KSH yang telah menjadi trend setter pendidikan tinggi dalam bidang konservasi sumberdaya alam hayati di Indonesia.

Senin, 20 November 2017 bertempat di IPB Science and Technopark Taman Kencana, Bogor menggelar acara Saresehan sebagai rangkaian kegiatan memperingati hari jadi Departemen KSHE yang ke 35 dengan tema “Tantangan dan perubahan Paradigma Konservasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Kedepan .

Sejalan dengan visi dan misi Departemen KSHE sebagai salah satu program studi yang konsen terhadap pengelolaan kawasan konservasi untuk mampu menjawab tantangan perubahan paradigma pada sektor kehutanan dan lingkungan yang semula berorientasi pada kayu serta beralih ke pemanfaatan jasa ekosistem.

Sejalan hal itu dalam pengelolaan kawasan konservasi juga telah mengalami perubahan paradima. Kawasan konservasi yang semula semata-mata hanya untuk perlindungan keanekaragaman hayati menjadi kawasan perlindungan keanekaragaman hayati yang memiliki fungsi sosial-ekonomi jangka panjang guna mendukung pembangunan yang berkesinambungan; beban pembiayaan pengelolaan yang semula ditanggung pemerintah, menjadi beban bersama pemerintah dan penerima manfaat (beneficiary pays principle); penentuan kebijakan dari top-down menjadi bottom-up (participatory); pengelolaan berbasis pemerintah (state-based management) menjadi pengelolaan berbasis multi-pihak (multi-stakeholder based management/collaborative management) atau berbasis masyarakat lokal (local community-based), pelayanan pemerintah dari birokratis-normatif menjadi profesional-responsif–fleksibel-netral, tata pemerintahan dari sentralistis menjadi desentralistis serta peran pemerintah dari provider menjadi enabler dan facilitator.  Hal lain yang saat ini mempunyai pembicaraan serius adalah pengelolaan kawasan dengan pendekatan lansekap, masalah bioprospeksi, bisnis konservasi, dsb.

Di sisi lain permasalahan kerusakan lingkungan semakin hari bukannya semakin berkurang, tetapi justru semakin meningkat skalanya seiring bertambahnya populasi manusia dan aktivitas.  Kebakaran hutan dan banjir terjadi setiap tahun, pencemaran lingkungan, perambahan hutan, penyelundupan satwa dilindungi sering terjadi.

Isu Konservasi sumberdaya alam dan lingkungan bukan hanya terjadi pada skala nasional, tetapi telah menjadi isu besar pada masyarakat dunia. Bahkan isu konservasi juga telah dijadikan alat untuk berbagai kepentingan. Beranjak dari hal pokok di atas yaitu perubahan paradigma di bidang konservasi sumberdaya alam dan lingkungan serta semakin masifnya degradasi lingkungan, maka Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE) yang merupakan lembaga pendidikan dan penelitian serta sesuai dengan visinya sebagai trendsetter di bidang konservasi sumberdaya hutan dan lingkungan.

Tujuan utama diadakannya sarasehan Dept. KSHE adalah

  1. Mengevaluasi dinamika konservasi SDAL yang terjadi hingga kini
  2. Menggali pemikiran-pemikiran dalam pengelolaan konservasi SDAL
  3. Merumuskan langkah-langkah perjuangan/ pengelolaan konservasi SDAL kedepannya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh civitas akademika antara lain dosen, tendik, dan pensiunan dari Departemen KSHE. Selain itu dihadiri pula oleh dosen lainnya dari Fakultas Kehutanan IPB antara lain dari Dept. Manajemen Hutan : Prof.Dr.Ir. Elias; Prof. Dr. Ir. Dudung Darusman, MA, Dept. Teknologi Hasil Hutan: Prof.Dr. Dodi Nandika, MS, Prof.Dr. Wasrin Syafii, M.Agr. Dept. Silvikultur: Prof.Dr.Ir Cecep Kusmana MS, Dr. Ir. Yadi Setiadi, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar, M.For.Sc, Dr. Ir. Irdika Mansur, M.For.Sc, Prof.Dr. Ir. Achmad, MS.

Pembicara pada acara sarasehan Dept KSHE adalah Prof Dr Ir Hadi S Alikodra MS menyampaikan materi mengenai keanekaragamn hayati serta konservasi sumberdaya hutan dilanjutkan dengan Prof Dr Ir Dudung Darusman MA menyampaikan materi mengenai konservasi SDAL dalam kaitan ekonomi dan bisnis serta Dirjen KSDAE KLHK menyampaikan materi mengenai kebijakan dan kelembagaan konservasi SDAL. Kemudian acara berikutnya dilanjutkan dengan pembahasan oleh Prof Dr Ir Bungaran Saragih MEc, dan Budi Riyanto SH MSi. dilanjutkan audiensi dengan peserta yang dimoderatori oleh Prof. Dr. E.K.S. Harini Muntasib, MS. (@W).

 

Pin It on Pinterest